Orkes di Negeri Distopia
Orkes Silampukau merilis mini album 'Stambul Arkipelagia Vol.1' yang berisikan 5 tembang anyar secara digital. Musik khas Melayu era Herman Tino cukup tak asing di telinga, dengan format fresh (orkes/yang sebelumnya duo) Silampukau berhasil membuat kita berpikir tentang narasi apa yang ingin disampaikan pada mini album ini.
Secara judul 'Stambul Arkipelagia' terdengar sangat berat, Stambul yang secara umum dikenal sebagai salah satu variasi musik keroncong (hasil pencarian di internet) dipadukan dengan Arkipelagia yang dipercaya sebagai distopia (negeri khayalan) ini bisa berarti sarkasme untuk 'negeri yang sengeri' hari ini.
Stambul Arkipelagia memang berat jika disimak secara singkat, untuk yang mengenal Silampukau melalui 'Puan Kelana' mini album ini akan terdengar sangat berbeda apalagi lirik yang dinyanyikan terkait masalah-masalah sosial seperti; krisis cuaca dan kemiskinan yang sarat akan pesan kritis dari kaum urban.
Hal menarik lainnya adalah hanya Kharis yang mengambil porsi lead vokal pada mini album ini setelah sebelumnya pada dua single terakhir 'Dendang Sangsi' dan 'Lantun Mustahil' Eki yang bernyanyi. Poin ini mungkin menjadi gambaran akan arah Orkes Silampukau selanjutnya untuk 'Stambul Arkipelagia Vol.2'.
Stambul Arkipelagia Vol.1 sudah bisa didengar pada kanal musik digital, semoga Orkes Silampukau tetap istiqomah berkarya di jalur kritis dari sudut pandang kaum urban.
Spotify: https://open.spotify.com/album/5iw4IG5Fa4uGC8kGquefSO?si=_L2_dOOnR9utCiCLWTO3Rg

Komentar
Posting Komentar